Panduan Penyusunan Landasan Teori / Pemikiran


Penggunaan landasan teori untuk Makalah yang berbobot
Secara umum, teori didefinisikan sebagai seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi, digunakan untuk menjelaskan suatu gejala atau fenomena tertentu.
Dengan demikian, teori memiliki tiga fungsi dalam penelitian ilmiah, yaitu explanation, prediction, dan control atau pengendalian terhadap suatu gejala.

Dalam konteks ilmiah, suatu teori berfungsi:
  • Memperjelas dan mempertajam ruang lingkup variabel.
  • Memprediksi dan memandu untuk menemukan fakta untuk kemudian dipakai guna merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian. Karena pada dasarnya, hipotesis merupakan pernyataan yang bersifat prediktif, bukan deskriptif. 
  • Mengontrol, membahas hasil penelitian, untuk kemudian dipakai dalam memberikan saran
Menurut (Sugiyono, 2011 : 58) kegunaan teori sangat membantu kita, karena: Teori Akan memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruksi variable yang diteliti. Teori sebagai pemandu untuk menemukan fakta-fakta dalan rumusan hipotesis dan menyusun instrument penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu bersifat prediktif. Teori juga sebagai pengendali, digunakan membahas permasalahan selama kajian berlangsung.

Dalam menyampaikan landasan teori ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, menurut (Hadi Sabari Yunus, 2010 : 226) antara lain:
(1) nama pencetus teori.
(2) tahun dan tempat pertama kali.
(3) uraian ilmiah teori.
(4) relevansi teori dengan upaya peneliti untuk mencapai tujuan penelitian.


Bagaimana cara mengutip teori tersebut?

Jika bersumber dari UU atau peraturan sampaikan keterangan secara jelas UU nomor berapa tahun berapa dan tentang apa. Jika mengutip teori dari dalam buku atau jurnal ada beberapa kaidah penulisan kutipan antara lain, mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.


Kutipan Tidak Langsung.
Merupakan salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa penambahan (Widjono, 2005: 63).
Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
  • Menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa). 
  • Mencamtumkan sumber (nama penulis, tahun, dan halaman). 
Contoh:
.......selanjutnya di dalam cerita itu dinyatakan bahwa hidup ini adalah penderitaan; kita harus menjalaninya (Pratikto, 1996).


Kutipan Langsung.
Mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).
Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
  • Dikutip apa adanya. 
  • Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis. 
  • Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan). 
  • Dibubuhi tanda kutip (“….”). 
  • Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber (PTH atau Author, Date, Page (ADP), misalnya (Penulis, 2012:100). 
  • Jika berbahasa lain (asing atau daerah), kutipan ditulis dimiringkan (kursif). 
  • Jika ada kesalahan tik pada kutipan, tambahkan kata sic dalam kurung (sic) di kanan kata yang salah tadi. 
  • Jika ada bagian kalimat yang dihilangkan, ganti bagian itu dengan tanda titik sebanyak tiga biah jika yang dihilangakan itu ada di awal atau di tengah kutipan, dan empat titik jika di bagian akhir kalimat.  
  • Jika ada penambahan komentar, tulis komentar tersebut di antara tandakurung, nislnya, (penggarisbawahan oleh penulis). 
Contoh:
 ........selanjutnya, di dalam cerita itu (Pratikto, 1959) Rama mengatakan, ”Hidup ini adalah penderitaan. Namun, kita harus menjalaninya”......

Contoh menggunakan kutipan bahasa asing:
.......dalam penjelasannya, Li Fang Kuei (1973) menyatakan, In the vast territiry of Chinennese Republic are found not only many dialects but also many language of diverse structure, spoken by peoples of different culterus and customs. The constitutes a problem in which student of politics and education have to be interested, because language is the only instrument by means of which knowledge an ideas are introduced and the organization and education of the masses may be carried on.