Makalah dan Diskusi Optimalisasi Kerjasama Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas (pra dan pasca kecelakaan)




Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terutama yang melibatkan pengendara sepeda motor di Indonesia cukup tinggi. Selain mengakibatkan kematian dan cacat, ternyata kecelakaan juga berdampak menyumbang terjadinya kemiskinan baru di masyarakat.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Budi Raharjo mengatakan, kecelakaan lalu lintas juga berdampak pada pemiskinan keluarga. Bahkan korban lakalantas yang meninggal berkontribusi 6,7 persen pemiskinan keluarga.

Demikian besar dampak kecelakaan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menetapkan tahun 2011 sampai 2020 sebagai Tahun Aksi Keselamatan Berlalu lintas atau Decade of Action for Road Safety. Kampanye itu ditargetkan mampu menurunkan angka lakalantas di dunia hingga 50 persen.

Semangat pendeklarasian Decade of Action for Road Safety 2011-2020 ini sejalan dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya pada Pasal 203 untuk menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan ( RUNK ). Dalam rangka memanfaatkan momentum ini, Pemerintah Indonesia menyusun RUNK Jalan yang bersifat jangka panjang (25 tahun) dan mendeklarasikan DoA yang akan menjadi bagian dari materi RUNK Jalan.
Dalam kesempatan ini penulis membuat makalah singkat yang mencoba memahami permasalahan (penanganan kecelakaan Lalulintas) dari sudut pandang kerjasama.

Kita ketahui bersama, sampai saat ini unit Lakalantas masih menjadi tumpuan untuk melakukan pertolongan pertama, melakukan olah TKP, melakukan evakuasi ke Rumah sakit, membuat penyidikan Lakalantas dan bantuan kelengkapan adminsitrasi klaim asuransi.
Ada "kursi kosong" untuk duduk bekerjasama dalam kesiapan dan ketanggapsegaraan Pra kecelakaan serta tindakan pertama penanganan Pasca Kecelakaan terjadi termasuk kerjasama penjaminan korban kecelakaan yang dirawat di Rumah Sakit rujukan.

Kerjasama dibangun untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan Prima sesuai kompetensi masing-masing sehingga berkontribusi meningkatnya kepercayaan dan kepuasan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, penulis mengajak stakeholder, NGO, dan masyarakat untuk melakukan diskusi dalam forum DISQUS Polisi Tactica di www.makalah-nkp.com. Harapan penulis masukan, saran dan solusi dari pembaca dapat berguna bagi penentu kebijakan agar penanganan kecelakaan (pra dan pasca) dapat lebih baik dan memberikan dampak kepuasan masyarakat.